Apa itu Industri 4.0?

Konsep industri 4.0 atau yang sering disebut dengan revolusi industri 4.0 untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Jerman di Kota Hannover pada acara pameran industri Hannover Messe.

Revolusi industri 4.0 bisa diartikan sebagai tren yang terjadi di dunia industri di mana kondisinya terdapat penggabungan antara teknologi otomatisasi dan teknologi cyber.

Sebuah perusahaan sudah masuk pada tren sistem cyber-fisik, komputasi awan, internet of things (IoT), dan komputasi kognitif.

Sejarah ummat manusia telah mengalami beberapa fase. Pada industri 1.0 misalnya, ditandai dengan dikenalnya mesin uap untuk membantu dunia industri. Lalu industri 2.0 ditandai dengan penggunaan listrik, dan industri 3.0 ditandai dengan digunakannya komputer.

Fase komputer sudah mulai tergantikan dengan teknologi cyber. Inilah masa dimana dunia industri harus memastikan kesiapan dalam segala hal, terutama kesiapan SDM untuk menggunakan perangkat teknologi yang kian berkembang.

 

Dampak dari Industri 4.0

Industri 4.0 secara signifikan memberikan dampak dan pengaruh yang sangat penting terhadap industri dan perusahaan. Beberapa perusahaan yang tidak siap dengan revolusi ini harus siap-siap gulung tikar. Apa saja dampaknya? Berikut ini di antaranya:

      1. Model Layanan dan Bisnis

Saat ini sistem layanan online lebih disukai banyak orang dibandingkan pelayanan konvensional. Perusahaan yang akan mampu bersaing adalah mereka yang sudah bisa memberikan pelayanan berbasis sistem online kepada banyak pihak.

Manusia menginginkan sesuatu yang lebih simpel, cepat dan mudah, maka cara-cara konvensional pada era industri 4.0 mulai ditinggalkan.

2. Keamanan Perusahaan

Sistem teknologi cyber yang terus berkembang juga menuntut sebuah perusahaan mampu membuat sistem keamanan perusahaan yang lebih canggih. Perusahaan seperti Cisco, Symantec, dan Penta Security secara serius telah membahas hal ini.

3. Pendidikan dan Skill Pekerja

Perusahaan yang ingin menerima pekerja saat ini juga harus mempertimbangkan latar belakang pendidikan dan skill pekerja. Skill pekerja yang dicari adalah skill dalam kemampuan menguasai teknologi.

Skill penguasaan teknologi ini bahkan menjadi skill dasar yang harus dimiliki selain latar belakang pendidikannya yang utama.

4. Keamanan Data Konsumen

Ini bukan hanya menjadi kekhawatiran para konsumen, tetapi juga para produsen. Sistem daring yang sering menjadi cara pelayanan perusahaan memberikan akses data informasi pribadi untuk diberikan kepada perusahaan.

Keamanan data tersebut menjadi hal yang harus dijaga oleh perusahaan, dan konsumen pun tetap harus berhati-hati soal keamanan data yang dimilikinya. Data ini dibutuhkan disetiap kali proses transaksi.

 

Siapkah Indonesia Memasuki Revolusi Industri 4.0?

Berbicara tentang revolusi industri 4.0 tentu kita melihat bagaimana kesiapan industri-industri yang ada di Indonesia.

Salah satu tantangan kesiapan industri di Indonesia adalah persoalan kualitas Sumber Daya Manusia dalam penguasaan teknologi cyber.

Di bidang agraria misalnya, saat perusahaan di luar negeri sudah menggunakan alat dan perangkat teknologi yang canggih, petani kita masih menggunakan alat-alat konvensional seperti cangkul untuk bekerja.

Selain itu, daerah-daerah di Indonesia yang masuk dalam kawasan 3T (terluar, tertinggal, dan terdepan) misalnya, masih memiliki masalah akses jaringan internet yang sulit. Minimnya jaringan internet di lokasi tersebut menjadi hambatan berkembangnya industri 4.0.

Selain menyediakan infrastruktur yang cukup, pemerintah juga perlu membangun Sumber Daya Manusia yang dipersiapkan untuk menyambut era 4.0.

Bukan hanya dalam hal kemampuan penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing pun dibutuhkan untuk persiapan interaksi global di tingkat intrernasional.

Sudah siap menyambut era 4.0? Anda bisa menjawab pertanyaan itu sendiri. Sedikit saran dari kami, mulailah berinteraksi lebih intensif dengan teknologi, siap menyambut perubahan teknologi yang terus berkembang.

Digitalisasi: Inilah Pekerjaan yang Cocok untuk Generasi Millenial

Era disrupsi teknologi bukan hanya berdampak signifikan bagi perusahaan bisnis, tetapi juga memunculkan fenomena kecenderungan baru terkait keinginan orang dalam bekerja.

Generasi milenial, generasi alfa hingga nantinya generasi z tidak bisa lagi disamakan dengan generasi tua.

Kedekatan mereka terhadap teknologi telah memunculkan keinginan untuk menemukan sebuah lapangan pekerjaan yang memiliki prinsip kolaborasi virtual yang dominan.

Teknologi dan informatika diyakini sebagai cara meningkatkan produktivitas dan keunggulan yang lebih kompetitif. Sekilas terkesan seperti pekerjaan orang pemalas, tetapi inilah bentuk implementasi teknologi yang sesuai dengan zamannya.

7 Pekerjaan yang Cocok untuk Generasi Millenial

Generasi millenial umumnya menyukai pekerjaan berbasis teknologi informatika, internet dan tidak tertarik pada pekerjaan konvensional. Berikut ini beberapa bentuk pekerjaan yang paling banyak dipilih generasi millenial:

      1. Youtuber

Pekerjaan menjadi youtuber sangat diminati generasi millenial. Bukan hanya peluang penghasilannya yang fantastis, cara bekerjanya pun sangat menarik bagi generasi pecinta teknologi.

Banyaknya para youtuber yang sukses seperti Ria Ricis, Atta Halilintar dan sebagainya memberikan figur baru di kalangan generasi millenial.

Menjadi kaya kini tak hanya bisa ditempuh dengan cara jadi artis, jadi youtuber pun jadi pilihan yang menjanjikan.

      2. Blogger

Pekerjaan blogger mengkombinasikan beberapa kemampuan. Bukan hanya skill menggunakan teknologi internet, tetapi juga dipadukan dengan kemampuan menulis dan membangun relasi dan jaringan.

Banyak orang yang bisa kaya dengan menjadi blogger. Termasuk juga menikmati jalan-jalan gratis hingga ke luar negeri. Cukup duduk manis di kamar, siang diundang review produk, lalu uang pun mengalir ke rekening.

      3. Content Writer dan Content Creator

Konten merupakan hal yang penting di website maupun sosial media. Baik konten tulisan, video, gambar atau yang lainnya menjadi hal menentukan daya jual. Itulah sebabnyak pekerjaan khusus bernama content writer dan content creator muncul.

Pekerjaan ini membutuhkan kreativitas yang tinggi, penguasaan teknologi terbaru yang update. Generasi millenial lebih memilih duduk di rumah membuat konten dibandingkan ngantor seharian di tempat kerja.

       4. Online Seller

Kehadiran media sosial membuat siapapun bisa jualan, termasuk generasi millenial. Mereka bahkan banyak yang memiliki full time menjadi online seller untuk produk dan jasa tertentu.

Dan hasilnya memang terbukti tidak kalah gajinya dengan yang kantoran. Bagi yang ingin gratisan biasanya memilih media sosial untuk toko online, dan yang ingin lebih profesional bisa menggunakan domain website berbayar.

      5. Influencer

Kalau kamu kurang bisa menguasai teknologi yang ada di blog, pekerjaan yang juga bisa menghasilkan uang yang bisa kamu pilih adalah influencer. Dengan menggunakan media sosial, pekerjaan ini bisa kamu lakukan.

Jika relasi pekerjaan ini perusahaan-perusahaan besar, gaji yang kamu dapatkan pun cukup lumayan.

      6. Copywriter

Perusahaan yang menjual produk-produk premium kini memberikan imbalan gaji yang fantastis bagi seorang copywriter. Pekerjaan membuat tulisan yang menghipnotis juga banyak dipilih kalangan millenial.

Apalagi pekerjaan sebagai copywriter ini kini bisa dilakukan secara freelance, para millenial jelas menyukainya.

      7. Videografer

Menciptakan konten-konten video di youtube, instagram atau media lainnya membutuhkan skill pemanfaatan teknologi yang lebih tinggi. Inilah yang biasanya disukai kalangan millenial.

Jika Anda melihat tim-tim youtuber yang dimiliki artis atau tokoh misalnya, hampir 100% mereka adalah kalangan usia millenial.

Pekerjaan berbasis teknologi terus tumbuh secara kreatif. Dunia usaha mau tak mau harus bangkit dan berjuang melawan kondisi ini. Kuasai teknologi, maka Anda lah yang akan jadi pemenangnya.